Senin, 16 Desember 2013
Ditemukan Referensi Kedua soal Kiamat 2012
Para ilmuwan di Meksiko kembali menemukan prasasti Suku Maya yang memperkuat ramalan akan terjadinya kiamat pada 2012.
Para ilmuwan pernah menemukan prasasti Suku Maya di situs Tortuguero di teluk Tabasco yang sempat menggegerkan dunia karena prasasti itu berisi ramalan terjadinya kiamat pada 2012.

Hari kiamat yang berdasarkan interpretasi beberapa kalangan tertera di prasasti itu terkait dengan Bolon Yokte, dewa misterius Suku Maya yang dihubungkan dengan perang dan penciptaan.
Selama ini, prasasti dari Tortuguero merupakan satu-satunya rujukan tentang kiamat 2012. Namun kini, National Institute of Antropology and History di Meksiko mengumumkan bahwa sebenarnya ada satu lagi prasasti yang diperkirakan merujuk pada kiamat 2012. Prasasti itu ditemukan beberapa tahun lalu di situs Comalcalco, sebelah barat Tabasco.
Tak seperti prasasti lainnya, Prasasti Comalcalco berbahan bata merah sehingga disebut Bata Comalcalco. Prasasti itu telah menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan akhir-akhir ini.
Ada ilmuwan yang mengatakan bahwa teks pada prasasti itu merujuk hari kiamat pada tanggal 21 Desember 2012. Namun, ada pula yang mengatakan 23 Desember 2012. Masih belum jelas.

David Stuart, pakar epigrafi Universitas Texas di Austin, mengatakan, prasasti itu memuat kalender lingkaran, kombinasi posisi hari dan bulan yang berulang tiap 52 tahun.
Tanggal yang tertera di prasasti terkait dengan akhir Baktun (periode tiap 394 tahun) ke-13. Angka 13 ialah angka keramat dalam pandangan Suku Maya.
Akhir Baktun ke-13, jika interpretasinya benar, akan jatuh pada 21 Desember 2012, yang boleh jadi merupakan akhir dunia. Namun, Stuart mengatakan bahwa interpretasi itu bisa saja salah. Tanggal yang dimaksud mungkin sudah terjadi pada masa lalu, merujuk kejadian besar di era klasik.
"Tidak ada alasan bahwa itu tidak bisa merujuk tanggal di masa lalu, mendeskripsikan peristiwa di masa klasik. Di samping itu, huruf ketiga pada prasasti sepertinya merujuk pada kata kerja huli, Dia datang. Tak ada penanda masa depan, yang dalam pikiran saya, berarti bahwa tanggal di Comalcalco lebih berupa sejarah daripada masa depan," jelas Stuart.
Apakah benar akan ada kiamat pada 2012? Jawabnya, tak ada yang tahu. Tapi National Institute of Antropology and History telah lama menyatakan bahwa kiamat 2012 yang dikaitkan dengan Suku Maya adalah interpretasi yang kurang tepat.
Suku Maya memandang dunia sebagai sebuah siklus, berawal dan berakhir secara berkala, bukan seperti pandangan awam bahwa dunia nantinya akan benar-benar berakhir.
Sumber :
kompas.com
ReadFull Article ..
Para ilmuwan pernah menemukan prasasti Suku Maya di situs Tortuguero di teluk Tabasco yang sempat menggegerkan dunia karena prasasti itu berisi ramalan terjadinya kiamat pada 2012.
Hari kiamat yang berdasarkan interpretasi beberapa kalangan tertera di prasasti itu terkait dengan Bolon Yokte, dewa misterius Suku Maya yang dihubungkan dengan perang dan penciptaan.
Selama ini, prasasti dari Tortuguero merupakan satu-satunya rujukan tentang kiamat 2012. Namun kini, National Institute of Antropology and History di Meksiko mengumumkan bahwa sebenarnya ada satu lagi prasasti yang diperkirakan merujuk pada kiamat 2012. Prasasti itu ditemukan beberapa tahun lalu di situs Comalcalco, sebelah barat Tabasco.
Tak seperti prasasti lainnya, Prasasti Comalcalco berbahan bata merah sehingga disebut Bata Comalcalco. Prasasti itu telah menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan akhir-akhir ini.
Ada ilmuwan yang mengatakan bahwa teks pada prasasti itu merujuk hari kiamat pada tanggal 21 Desember 2012. Namun, ada pula yang mengatakan 23 Desember 2012. Masih belum jelas.
David Stuart, pakar epigrafi Universitas Texas di Austin, mengatakan, prasasti itu memuat kalender lingkaran, kombinasi posisi hari dan bulan yang berulang tiap 52 tahun.
Tanggal yang tertera di prasasti terkait dengan akhir Baktun (periode tiap 394 tahun) ke-13. Angka 13 ialah angka keramat dalam pandangan Suku Maya.
Akhir Baktun ke-13, jika interpretasinya benar, akan jatuh pada 21 Desember 2012, yang boleh jadi merupakan akhir dunia. Namun, Stuart mengatakan bahwa interpretasi itu bisa saja salah. Tanggal yang dimaksud mungkin sudah terjadi pada masa lalu, merujuk kejadian besar di era klasik.
"Tidak ada alasan bahwa itu tidak bisa merujuk tanggal di masa lalu, mendeskripsikan peristiwa di masa klasik. Di samping itu, huruf ketiga pada prasasti sepertinya merujuk pada kata kerja huli, Dia datang. Tak ada penanda masa depan, yang dalam pikiran saya, berarti bahwa tanggal di Comalcalco lebih berupa sejarah daripada masa depan," jelas Stuart.
Apakah benar akan ada kiamat pada 2012? Jawabnya, tak ada yang tahu. Tapi National Institute of Antropology and History telah lama menyatakan bahwa kiamat 2012 yang dikaitkan dengan Suku Maya adalah interpretasi yang kurang tepat.
Suku Maya memandang dunia sebagai sebuah siklus, berawal dan berakhir secara berkala, bukan seperti pandangan awam bahwa dunia nantinya akan benar-benar berakhir.
Sumber :
kompas.com
Minggu, 15 Desember 2013
Empat Faktor Penyebab Kegagalan Berbisnis

Berdasarkan hasil penelitian, hampir 60 persen dari semua bisnismen atau pengusaha baru, tidak bisa mencapai usia 6 tahun perjalanan bisnis. Hal ini disampaikan oleh Griffin dan Ebert dalam sebuah majalah bisnis. Apa sajakah yang mempengaruhinya? Berikut adalah simpulannya:
1. Modal yang tidak cukup
Untuk bisa bertahan pada suatu bisnis, anda harus memiliki modal yang cukup. Paling tidak ia mampu bertahan selama 6 bulan tanpa adanya pemasukan atau keuntungan. Seorang pebisnis dikatakan akan mengalami kegagalan bila mereka berharap dapat membayar semua tagihan di bulan kedua dengan hanya mengandalkan keuntungan yang mereka raih di bulan pertama. Hal ini akan membut usaha anda tertatih-tatih dan tidak mampu melebarkan usaha.
2. Kurangnya kemampuan, pengalaman dan manajerial
Banyak orang membuka bisnis dengan hanya modal nekat dan tanpa memiliki pengalaman yang cukup pada bidang usaha yang dijalaninya. Banyak orang berpendapat bahwa suatu manajemen merupakan hal umum, padahal hal tersebut merupakan salah satu faktor utama dalam membangun bisnis yang baru. Bila seorang bisnismen tidak mampu dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat, kemungkinan besar dalam jangka panjang mereka akan mengalami kegagalan. Oleh karena itu, sebelum anda membuka bisnis ada baiknya mempelajari secara detail agar anda bisa memiliki pengalaman yang cukup.
3. Kelalaian dan tidak fokus
Setelah pembukaan, biasanya para enterpreneur mundur dan tidak fokus pada bisnisnya atau malah membuka usaha jenis baru. Agar bisa sukses dalam suatu bidang bisnis dibutuhkan suatu komitmen waktu dan kerja keras yang sungguh sungguh agar mencapai hasil yang maksimal. Serta fokus sebelum usaha anda benar-benar stabil.
Untuk bisa bertahan pada suatu bisnis, anda harus memiliki modal yang cukup. Paling tidak ia mampu bertahan selama 6 bulan tanpa adanya pemasukan atau keuntungan. Seorang pebisnis dikatakan akan mengalami kegagalan bila mereka berharap dapat membayar semua tagihan di bulan kedua dengan hanya mengandalkan keuntungan yang mereka raih di bulan pertama. Hal ini akan membut usaha anda tertatih-tatih dan tidak mampu melebarkan usaha.
2. Kurangnya kemampuan, pengalaman dan manajerial
Banyak orang membuka bisnis dengan hanya modal nekat dan tanpa memiliki pengalaman yang cukup pada bidang usaha yang dijalaninya. Banyak orang berpendapat bahwa suatu manajemen merupakan hal umum, padahal hal tersebut merupakan salah satu faktor utama dalam membangun bisnis yang baru. Bila seorang bisnismen tidak mampu dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat, kemungkinan besar dalam jangka panjang mereka akan mengalami kegagalan. Oleh karena itu, sebelum anda membuka bisnis ada baiknya mempelajari secara detail agar anda bisa memiliki pengalaman yang cukup.
3. Kelalaian dan tidak fokus
Setelah pembukaan, biasanya para enterpreneur mundur dan tidak fokus pada bisnisnya atau malah membuka usaha jenis baru. Agar bisa sukses dalam suatu bidang bisnis dibutuhkan suatu komitmen waktu dan kerja keras yang sungguh sungguh agar mencapai hasil yang maksimal. Serta fokus sebelum usaha anda benar-benar stabil.

Sebagai seorang pengusaha anda harus bisa mengontrol bagaimana kinerja usaha anda. Sistem kontrol membantu para pengusaha memonitor biaya tingkat produksi, jumah penghasilan dan seberapa besar pengeluaran usaha. Pengusaha akan mengalami masalah besar ketika mereka tidak mampu mengontrol pada awal-awal usaha. Untuk itu ketelitian dan kecermatan dalam mengontrol biaya adalah salah satu hal pokok dalam berbisnis.
Demikian empat faktor yang mempengaruhi seorang pengusaha mengalami kegagalan dalam bisnisnya sebelum bisnisnya mencapai usia 6 tahun.
Jumat, 13 Desember 2013
10 Kebiasaan Bodoh Sopir Indonesia

1.Hujan Deras = Lampu Hazard
Dalam kondisi hujan deras, jalanan terutama di jalan tol seketika akan berubah menjadi pohon natal. Karena, sebagian besar mobil menyalakan lampu hazard yang justru menyilaukan dan membahayakan kendaraan lain. Ketika pengemudi tuntut untuk lebih berkonsentrasi, malah diganggu oleh kedap-kedip lampu hazard yang semestinya digunakan dalam kondisi darurat. Semisal, sedang mengganti ban kempis di bahu jalan, atau mobil mogok di bahu jalan, dsb.
Salah kaprah penggunaan lampu hazard bukan hanya saat hujan deras saja, tapi juga kala konvoi atau sedang iring-iringan, masuk terowongan (seharusnya menyalakan lampu utama), dan ketika akan mengambil jalan lurus di perempatan/persimpangan jalan.
2.Penggunaan Wiper Belakangan
Saat ini, sebagian besar mobil MPV dan SUV (ada sampai tipe termurah) sudah dilengkapi wiper di kaca belakang. Rupanya, banyak pengemudi yang tidak memahami pemakaiannya. Ketika turun hujan, beberapa pengemudi segera mengoperasikannya sepanjang perjalanan. Padahal, fungsi wiper belakang digunakan saat mobil hendak mundur, sehingga pengemudi bisa melihat kondisi di belakang dengan jelas.
Untuk mobil Eropa dan sebagian Jepang di kelas menengah ke atas, wiper belakang akan menyala otomatis ketika tuas transmisi masuk ke gigi R. Ketika mengemudi, pandangan pengemudi semestinya lebih fokus ke arah depan, dan sesekali melihat kaca spion ketika hendak mendahului.
3.Goncangkan Mobil Saat Isi Bensin
Pada mengisi BBM di SPBU, sering terlihat pengemudi mobil mengoncang-goncangkan bodi. Anggapannya, dengan melakukan tindakan tersebut dapat mengisikan BBM ke tangki dengan kapasitas lebih banyak/penuh. Yang kita tahu, BBM adalah cairan, dan sifat cairan adalah selalu mengisi dan mencari tempat yang lebih rendah. Jadi tidak perlu digundang-guncangkan agar lebih penuh.
4.Tambah Kecepatan Saat Lampu Kuning
Ketika lampu lalulintas menyala kuning, sebelum menjadi merah, banyak pengemudi kendaraan bermotor malah mempercepat laju kendaraannya. Padahal, lampu kuning tersebut sebagai peringatan agar pengemudi melambatkan kendaraan. Dengan mempercepat laju kendaraan, akan sangat membahayakan pengguna jalan lain. Ketika lampu lalu lintas menyala merah, maka pengemudi dari arah kiri dan kanan mulai menjalankan kendaraannya. Bisa terjadi tabrakan fatal. Jika tiba-tiba pengemudi rem mendadak, bisa ditabrak oleh kendaraan dari belakang.
5.Mendahului Dari Bahu Jalan
Semua pengemudi pasti tahu bahwa fungsi bahu jalan digunakan saat kendaraan mogok, ganti ban, atau untuk akses mobil patroli jalan tol memberikan pertolongan dalam kondisi darurat. Padahal,pihak pengelola jalan tol sudah berkali-kali mengingatkan melalui spanduk dan papan elektronik. Bahkan salah satu klub otomotif telah mencanangkan gerakan anti bahu jalan, tetap saja pelanggaran sering terjadi. Malah sekarang salah kaprah itu bertambah, bahu jalan adalah lajur khusus pejabat.
6.Jalan Pelan Di sebelah Kanan
Jika melihat truk melintas di lajur kanan di sepanjang jalur pantura, itu sudah biasa. Ternyata, kebiasaan itu menular ke mobil-mobil pribadi di jalan tol. Ketika penulis hendak mendahului dan memberi tanda dengan klakson atau lampu dim, mobil tersebut malah menyalakan sign kanan. Jadi, mobil yang lebih cepat disuruh mendahului dari kiri. Waduuuh..., padahal sudah dipasang banyak himbauan di jalan tol: lajur kanan hanya untuk mendahului.....
7.Menekan Pedal Gas Sebelum Mematikan Mesin
Banyak ditemui pengemudi menekan pedal gas mobil dalam-dalam sebelum mematikan mesin (memutar kunci kontak ke off). Mereka beranggapan dengan demikian maka accu mobil akan terisi, ruang pembakaran lebih bersih, sehingga mobil akan lebih mudah di-start.
Padahal, dengan menekan pedal gas, maka pompa bahan bakar dan pelumas akan menghisap BBm dan oli. Jika kemudian tiba-tiba mesin dimatikan, maka sisa BBM yang tidak terbakar akan menumpuk di saluran pembakaran. Justru lebih baik mesin dibiarkan idle sekitar 10 menit sebelum dimatikan, sehingga kondisi ruang pembakaran dan pendinginan mesin lebih optimal.
8.Tidak Menyalakan Lampu Sign Saat Mendahului
Banyak pengemudi tidak menyalakan sign saat berpindah jalur atau memotong jalur untuk mendahului kendaraan lain. Mereka beranggapan bahwa jika menyalakan lampu sign, justru tidak akan diberi kesempatan oleh kendaraan di belakangnya. Fenomena ini memang aneh, justru yang memberitahu dan meminta ijin untuk memotong jalur dengan menyalakan lampu sign kok malah sering tidak dikasih jalan...
9.Lampu Sign Hanya Untuk Belok Kanan
Masih soal lampu sign, pengemudi di Indonesia terkenal irit menggunakannya. Lampu sign (atau lampu belok) hanya digunakan / dinyalakan saat kendaraan hendak belok kanan saja. Itupun dengan syarat, benar-benar belok dengan sudut minimal 90 derajat. Jika belok kanan hanya serong sedikit (seperti huruf Y), tidak perlu lampu sign dinyalakan.
Sehingga sangat jamak ditemukan, mobil keluar atau masuk di pintu tol tidak perlu lampu sign. Keluar atau masuk ke rest area, tidak perlu nyalakan sign. Belok kiri di perempatan, tidak perlu lampu sign. Mobil mundur hendak masuk area parkir, tidak perlu sign dst, dst.
10.Jalanan = Tempat Sampah
Pengemudi kita menganggap jalan raya adalah tempat sampah. Mulai dari supir kendaraan umum, sampai pengemudi mobil mewah sering membuang sampah sembarangan. Yang paling sering adalah abu serta puntung rokok yang masih menyala dibuang sembarangan. Juga tissu, kulit buah, botol minuman berenergi, dsb. Sampah terbesar yang pernah saya lihat
dibuang sembarangan di jalan tol adalah popok bayi (pampers). Bukan sembarang popok, karena dibuang lengkap dengan isinya... Bisa dibayangkan betapa kagetnya kendaraan di belakangnya dan indahnya pemandangan setelahnya.
Sudarmaji Setia Teruskan Usaha Keluarga

Minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. Begitu hasil penilitian lembaga survei internasional. Selain harga buku sulit terjangkau kalangan bukan mapan, judul buku yang terbatas juga menjadi penyebabnya.
Kendati demikian, hasil survei ini tak mengurungkan usaha yang telah dirintis Sudarmaji, pengelola kios persewaan buku berlabel Erlangga, di jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang.
”Ya, rata-rata adalah 20 sampai 50 buku yang disewa setiap hari,” ujar Sudarmaji, seolah-olah membantah surveiitu.
Keluarga Sudarmaji boleh dikata secara khusus menggeluti bisnis sewa-menyewa buku bacaan. Saudara-sauduranya yang lain pun ikut membuka bisnis serupa—yang merupakan "warisan” orangtuanya.
Sudarmaji mulai menggeluti bisnis rental buku ini sejak 1979. Kala itu Sudarmaji kecil masih bersekolah. Pagi buta, dia membantu orangtuanya mendorong gerobak yang berisi buku-buku bacaan—saat itu masih berupa komik dan novel Koo Ping Hoo—ke tempat mangkal di Jalan Merdeka. Trademark yang dipasang di gerobak itu berlabel ”Singgalang”.
Usai menyiapkan ’dagangan’ orang tuanya tersebut, Sudarmaji kecil bergegas ke sekolah. Usai bubaran dari sekolah, Sudarmaji pun ikutan nimbrung di ”kios berjalan” orang tuanya tersebut.
Hari berlalu, sewa-menyewa buku tetap belum sepi peminat. Dari Jalan Merdeka, bisnis persewaan buku pindah ke depan Bioskop Gembira di Jalan Teuku Umar. Cukup lama juga parkir di situ. Persewaan buku ”Singgalang” tetap ramai peminat.
”Yang enaknya saat itu, waktu kios belum buka pun orang sudah antri ingin meminjam,” kenang Sudarmaji.
Tahta manajemen akhirnya berpindah. Orangtuanya menyerahkan pengelolaan sumber penghasilan keluarga itu kepada Sudarmaji dan saudara-saudaranya.
Dalam bisnis, tak selamanya cerah, pun tak selamanya suram. Kios buku ”Singgalang” sempat berpindah-pindah tempat. Apalagi ketika Bioskop Gembira tutup.
Sempat kios Sudarmaji mangkal di samping SD peninggalan Belanda di Jalan Teuku Umar. Tak berapa lama, pindah lagi ke deretan kios di Lapangan Teladan—masih di Jalan Teuku Umar. Sempat pula kios tersebut ”parkir” di Gedung Kaca Puri. Malah, pernah mangkal di Pasar Inpres di Potong Lembu. “Pokoknya pindah-pindah terus,” kenang Sudarmaji.
Dia mengakui, berpindah-pindah tempat itu mengurangi omset persewaan. Selain pelanggan kesulitan untuk meminjam, buku-buku lama yang dipinjam pelanggan banyak yang tak pulang.
“Banyak buku yang tak kembali. Setelah ditanya sana-sini tapi tak berhasil juga, ya akhirnya biarkan saja,” ucap Sudarmaji yang pernah tinggal di Jalan Jawa ini tersenyum.
Kini dia mulai membuka usaha sendiri, pisah dari usaha “warisan” orang tuanya. Taman bacaan “Singgalang” masih berdiri dan dikelola oleh saudaranya. Demikian dengan taman bacaan “Doraemon” di Jalan Tugu Pahlawan, juga milik saudaranya. Namun, dia memilih untuk membuka usaha sendiri.
Menempati sebuah rumah kontrakan di Jalan Ahmad Yani, Sudarmaji membuka kios persewaan buku dengan nama “Erlangga”. Berbeda dengan buku-buku persewaan warisan orang tuanya yang berupa komik dan novel karya pribumi, buku-buku persewaan di kiosnya banyak dipenuhi komik buatan Jepang dan novelis Barat. “Sekarang peminat pembacanya rata-rata komik-komik seperti itu. Kita kan hanya memenuhi selera pembaca,” kata Sudarmaji.
Menempati ruangan ukuran 4 x 4 meter, Sudarmaji bersama sang istri dan dua orang anaknya, membuka kios bukunya dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Selain persewaan buku, dia juga menyewakan film berupa VCD dan DVD, plus kios rokok dan minuman ringan.
Segmen pelanggan tidak sama seperti waktu dulu. Kali ini pelanggannya banyak yang masih anak sekolah. Namun, pelanggan seperti ini justru minat bacanya sangat tinggi.
”Kalau pendapatan, tak tentu. Kalau lagi ramai bisa dapat 200 ribu supiah dalam sehari. Kalau lagi sepi paling 25 – 100 ribu rupiah. Yang jelas, enak waktu dulu, peminat ramai. Sekarang, sudah banyak orang yang buka persewaan buku,” kata Sudarmaji.
Kendati demikian, bisnis seperti ini bukan tanpa hambatan. Sulitnya mencari buku di Tanjungpinang menjadi salah satu kendala. ”Kadang saya sampai ke Jakarta untuk mencari buku. Di sana kan banyak buku-buku komik dan novel. Kalau di sini yaa agak susah,” ucapnya. (*/Chairoel Anwar/Kabar Indonesia)
Kendati demikian, hasil survei ini tak mengurungkan usaha yang telah dirintis Sudarmaji, pengelola kios persewaan buku berlabel Erlangga, di jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang.
”Ya, rata-rata adalah 20 sampai 50 buku yang disewa setiap hari,” ujar Sudarmaji, seolah-olah membantah surveiitu.
Keluarga Sudarmaji boleh dikata secara khusus menggeluti bisnis sewa-menyewa buku bacaan. Saudara-sauduranya yang lain pun ikut membuka bisnis serupa—yang merupakan "warisan” orangtuanya.
Sudarmaji mulai menggeluti bisnis rental buku ini sejak 1979. Kala itu Sudarmaji kecil masih bersekolah. Pagi buta, dia membantu orangtuanya mendorong gerobak yang berisi buku-buku bacaan—saat itu masih berupa komik dan novel Koo Ping Hoo—ke tempat mangkal di Jalan Merdeka. Trademark yang dipasang di gerobak itu berlabel ”Singgalang”.
Usai menyiapkan ’dagangan’ orang tuanya tersebut, Sudarmaji kecil bergegas ke sekolah. Usai bubaran dari sekolah, Sudarmaji pun ikutan nimbrung di ”kios berjalan” orang tuanya tersebut.
Hari berlalu, sewa-menyewa buku tetap belum sepi peminat. Dari Jalan Merdeka, bisnis persewaan buku pindah ke depan Bioskop Gembira di Jalan Teuku Umar. Cukup lama juga parkir di situ. Persewaan buku ”Singgalang” tetap ramai peminat.
”Yang enaknya saat itu, waktu kios belum buka pun orang sudah antri ingin meminjam,” kenang Sudarmaji.
Tahta manajemen akhirnya berpindah. Orangtuanya menyerahkan pengelolaan sumber penghasilan keluarga itu kepada Sudarmaji dan saudara-saudaranya.
Dalam bisnis, tak selamanya cerah, pun tak selamanya suram. Kios buku ”Singgalang” sempat berpindah-pindah tempat. Apalagi ketika Bioskop Gembira tutup.
Sempat kios Sudarmaji mangkal di samping SD peninggalan Belanda di Jalan Teuku Umar. Tak berapa lama, pindah lagi ke deretan kios di Lapangan Teladan—masih di Jalan Teuku Umar. Sempat pula kios tersebut ”parkir” di Gedung Kaca Puri. Malah, pernah mangkal di Pasar Inpres di Potong Lembu. “Pokoknya pindah-pindah terus,” kenang Sudarmaji.
Dia mengakui, berpindah-pindah tempat itu mengurangi omset persewaan. Selain pelanggan kesulitan untuk meminjam, buku-buku lama yang dipinjam pelanggan banyak yang tak pulang.
“Banyak buku yang tak kembali. Setelah ditanya sana-sini tapi tak berhasil juga, ya akhirnya biarkan saja,” ucap Sudarmaji yang pernah tinggal di Jalan Jawa ini tersenyum.
Kini dia mulai membuka usaha sendiri, pisah dari usaha “warisan” orang tuanya. Taman bacaan “Singgalang” masih berdiri dan dikelola oleh saudaranya. Demikian dengan taman bacaan “Doraemon” di Jalan Tugu Pahlawan, juga milik saudaranya. Namun, dia memilih untuk membuka usaha sendiri.
Menempati sebuah rumah kontrakan di Jalan Ahmad Yani, Sudarmaji membuka kios persewaan buku dengan nama “Erlangga”. Berbeda dengan buku-buku persewaan warisan orang tuanya yang berupa komik dan novel karya pribumi, buku-buku persewaan di kiosnya banyak dipenuhi komik buatan Jepang dan novelis Barat. “Sekarang peminat pembacanya rata-rata komik-komik seperti itu. Kita kan hanya memenuhi selera pembaca,” kata Sudarmaji.
Menempati ruangan ukuran 4 x 4 meter, Sudarmaji bersama sang istri dan dua orang anaknya, membuka kios bukunya dari pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Selain persewaan buku, dia juga menyewakan film berupa VCD dan DVD, plus kios rokok dan minuman ringan.
Segmen pelanggan tidak sama seperti waktu dulu. Kali ini pelanggannya banyak yang masih anak sekolah. Namun, pelanggan seperti ini justru minat bacanya sangat tinggi.
”Kalau pendapatan, tak tentu. Kalau lagi ramai bisa dapat 200 ribu supiah dalam sehari. Kalau lagi sepi paling 25 – 100 ribu rupiah. Yang jelas, enak waktu dulu, peminat ramai. Sekarang, sudah banyak orang yang buka persewaan buku,” kata Sudarmaji.
Kendati demikian, bisnis seperti ini bukan tanpa hambatan. Sulitnya mencari buku di Tanjungpinang menjadi salah satu kendala. ”Kadang saya sampai ke Jakarta untuk mencari buku. Di sana kan banyak buku-buku komik dan novel. Kalau di sini yaa agak susah,” ucapnya. (*/Chairoel Anwar/Kabar Indonesia)
Sumber : okezone.com
Kamis, 12 Desember 2013
5 Maskot Olimpiade Paling Aneh Sepanjang Massa
Saat ini di London Inggris sedang berlangsung olimpiade 2012, maskot olimpiade yang digunakan adalah Wenlock dan Mandeville. Maskot olimpiade sendiri sudah ada sejak 1972 ketia Olimpiade Munich di Jerman, Maskot sendiri sudah menjadi bagian yang mendasar dari olimpiade dan sudah menjadi simbol. Nah berikut ini ada beberapa maskot olimpiade yang aneh, ingin tahu maskot apa aja itu simak 5 Maskot Olimpiade Yang Aneh berikut ini.
1. Wenlock dan Mandeville

2. Miga, Quatchi, Sumi, dan Mukmuk

Ketiga maskot ini menjadi lambang Olimpiade pada musim semi tahun 2010, yang diselenggarakan di Vancouver, Kanada. Ide untuk membuat tiga karakter ini sebagai maskot Olimpiade disebabkan oleh banyaknya isu yang menyebutkan munculnya makhluk-makhluk mistis di daerah Kanada dan Barat Laut Amerika Serikat. Miga digambarkan sebagai beruang hibrid, Quatchi adalah big-foot yang melegenda di dataran Amerika, sedangkan Sumit adalah karakter yang menyerupai roh.
3. The ‘Fuwa

Seperti tidak cukup dengan satu maskot ketika olimpiade di Beijing China pada musim panas 2008 mengunakan lima maskot sekaligus yang diberi nama Fuwa, Kelima maskot ini diberi nama masing masing Beibei, Jingjing, Huanhuan, Yingying, Nin dan jika kelima nama ini di gabungkan maka akan berati ”Beijing Huan ying ni” yang berarti “Beijing menyambut Anda. ‘ Selain itu kelima maskot ini melambangkan 5 lingkaran olimpiade yang masing masing diwakili oleh boneka maskot. Bukan hanya itusaja ternyata ke lima maskot olimpiade Beijing ini juga mewakili lima elemen feng sui di China.
4. Neve dan Gliz

Kedua maskot ini digunakan sebagai maskot Olimpiade 2006 yang diselenggarakan di Turin, Italia. Maskot ini melambangkan musim dingin. Kata “Neve” memiliki arti salju, sedangkan “Gliz” berarti es. Itulah sebabnya kepala Gliz digambarkan seperti es kubus.
5. Athena dan Phevos

Pasangan maskot olimpiade lainnya adalah Athena dan Phevos, mereka menandakan Olimpiade Musim Panas 2004 yang pernah berlangsung di Yunani. Olimpiade 2004 ini adalah olimpiade kedua setelah yang pertama diadakan di zaman Yunani Kuno, meskipun pesertanya hanya orang-orang Yunani dan merupakan upacara penghormatan kepada Zeus. Nama Athena dan Phevos diambil dari nama sebuah kota yang diaplikasikan ke dalam bentuk boneka sepasang anak lelaki dan perempuan. Desain bonekanya pun mengingatkan pada boneka Yunani di masa lalu, meskipun ditampilkan di era milenia.
5 Pesawat Tempur Remote Control Di Dunia
1. General Atomics MQ-9 Reaper
Turboprop MQ-9 adalah UAV pemburu-pembunuh pertama yang didesain untuk daya jelajah jauh dan kemampuan terbang sangat tinggi. Dalam mode pembunuh UAV ini dapat membawa rudal udara ke darat, Hellfire, hingga 14 buah, atau campuran antara rudal Hellfire dan bom dengan pemandu laser. Senjata-senjata tersebut di kendalikan oleh seorang pilot yang berada di pusat pengendali.

Selengkapnya »
ReadFull Article ..
Turboprop MQ-9 adalah UAV pemburu-pembunuh pertama yang didesain untuk daya jelajah jauh dan kemampuan terbang sangat tinggi. Dalam mode pembunuh UAV ini dapat membawa rudal udara ke darat, Hellfire, hingga 14 buah, atau campuran antara rudal Hellfire dan bom dengan pemandu laser. Senjata-senjata tersebut di kendalikan oleh seorang pilot yang berada di pusat pengendali.
Selengkapnya »
Usaha Es Krim Goreng
Kreatifitas cita rasa olahan makanan da minuman memang tak pernah ada habisnya. Beragam produk kuliner inovatif terus berkembang mengikuti selera pasar. Salah satu sajian unik yang bisa menjadi lahan usaha yang potensial adalah es krim goreng. Ehmm.. mendengar namanya saja bikin penasaran!
![]() |
| Picture by Howcast |
Apa itu Es Krim Goreng?
Es Krim Goreng tak berbeda jauh dengan Es Krim Bakar. Es krim goreng adalah satu gumpal es krim yang dibentuk bulat atau kotak, dibalut dengan lapisan roti, kemudian digoreng dengan minyak atau margarine. Disajikan hangat-hangat, sehingga ada sensasi panas dan dingin. Hal tersebut memberikan cita rasa yang sensasional.
Bagaimana Cara Membuat Es Krim Goreng?
Jika anda browsing di internet, ada puluhan resep yang mendeskripsikan tentang cara membuat es krim goreng dengan cita rasa dan variasi hidangan yang beragam. Sebagai gambaran awal, kami sajikan contoh resep membuat es krim goreng.
Bahan-bahan:
- Satu skop es krim
- Roti tawar (2 lembar)
- Tepung roti
- Telor ayam (1 butir)
- Saus pelengkap (bahan strawberry atau cokelat)
- Hiasan (topping), seperti cerres, chery, atau keju.
Tahap pembuatan:
Letakkan satu skop es krim di atas selembar roti tawar. Tutup dengan selembar roti tawar lainnya. Bentuk menjadi bola atau bentuk lain sesuai selera. Jika sulit, gunakan media cetak. Setelah itu, gulingkan bola es krim tersebut di atas tepung roti. Celupkan kedalam kocokan telor agar bentuk bola es krim lebih kuat. Langkah berikutnya, taburi bola es krim tersebut dengan tepung roti. Simpan di lemari frezzer. Jika ada pesanan pelanggan, ambil dari dalam kulkas, lalu digoreng hingga kulit roti menjadi kuning kering. Sebelum disajikan, bola es krim dipotong (dibelah) dan dihiasi dengan saus dan topping.
Hidangan menu es krim goreng ini memiliki nilai interest yang tinggi. Sangat bagus jika dipakai sebagai menu dessert dalam bisnis restaurant anda. Harga per porsinya bervariasi, mulai dari 8.000 rupiah hingga di atas 20.000 rupiah tergantung variasi jenis es krim yang dipakai dan ukuran sajiannya. Beberapa pengusaha muda yang minim pengalaman lebih memilih bisnis dalam mitra waralaba es krim goreng, seperti Polariz, KeZam, dan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
